RUANG LINGKUP EVALUASI PEMBELAJAR - PGSD
RUANG LINGKUP EVALUASI PEMBELAJAR
Ruang lingkup evaluasi ini dapat dibagi 4 bagian, mohon perhatikan gambar dibawah ini
Bagian ke 1 (pertama) Domain Hasil Belajar dalam domain hasil belajar terbagi menjadi 3 poin.
1. Kognitif
kognitif adalah semua aktivitas mental yang membuat suatu individu mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa, sehingga individu tersebut mengetahui setelahnya.
Kognitif tidak bisa dipisahkan dengan kecerdasan seseorang. Contoh kognitif bisa ditunjukkan ketika seseorang sedang belajar, membangun sebuah ide, dan memecahkan masalah.
• Definisi kognitif menurut para ahli
A. Menurut Williams dan Susanto, kognitif adalah cara individu bertingkah laku, bertindak, dan cepat lambatnya individu saat memecahkan masalah yang dihadapi.
B. Menurut Piaget, kognitif adalah bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian di sekitarnya.
C. Menurut Neisser, kognitif adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan.
2. Afektif
Afektif adalah penialan pada kemampuan seseorang dilihat dari sikap dan nilai sosial yang diterapkan dalam kegiatan di sekolah.
Ranah ini setidaknya mencakup hal-hal yang berkaitan dengan diri seseorang. Hal yang dapat dilihat oleh orang lain yaitu watak yang mencakup perasaan, sikap, emosi, minat, dan sikap yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
• Definisi afektif menurut para ahli
A. Kamus kamus besar bahasa Indonesia maka kata adalah tentang perasaan, pengaruh keadaan dan efektif emosi. Semua hal yang berkaitan dengan rasa dalam penilaiannya menggunakan ranah afektif.
B. Popham, pengertian afektif dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar titik minat mempelajari sesuatu akan mempengaruhi keberhasilan suatu baik untuk saat ini atau masa yang akan datang.
C. Anderson, arti efektif adalah sebuah ranah dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan nilai dan sikap titik karena ini membutuhkan instrumen yang cukup rumit dan membutuhkan pengamatan yang cukup lama.
3. Psikomotorik
Psikomotor adalah salah satu ranah yang menilai keterampilan (skill) atau kemampuan melakukan sesuatu setelah seseorang menerima pembelajaran pada bidang tertentu. Hasil belajar motorik akan terlihat ketika seseorang telah menerima pembelajaran dan dinilai secara kognitif.
• Definisi psikomotorik menurut para ahli
A. Menurut Bloom Ranah psikomotorik adalah milik seseorang yang dimiliki oleh seseorang keterampilan yang bergantung pada kinerja otot dan segala kekuatan fisik. Hal ini akan membuat seseorang dapat dilihat telah mencapai standar yang diukur atau belum.
B. Menurut arikunto penilaian psikomotorik berkaitan dengan hubungan kerja otot dan menyebabkan gerakan tubuh, gerakan dimulai dari hal yang sederhana sampai kegiatan yang rumit. Dana pensi motorik adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas fisik.
Bagian ke 2 (dua) sistem pembelajaran
Dalam sistem pembelajaran terbagi menjadi 3 poin.
1. Program pembelajaran
program pembelajaran adalah rancangan atau perencanaan satu unit atau kesatuan
yang mengalir dalam proses pembelajaran, yang memiliki tujuan, dan kegiatan
melibatkan sekelompok orang (guru dan siswa) untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Tujuan yang dimaksud adalah hasil belajar yang berasal dari
standar kompetensi.
2. Proses pelaksanaan pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa
menurut langkah-langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang
diharapkan (Sudjana, 2010:136).
Menurut Majid (2014:129), pelaksanaan pembelajaran merupakan
kegiatan proses belajar-mengajar sebagai unsur inti dari aktivitas pembelajaran
yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan rambu-rambu yang telah di susun
dalam perencanaan sebelumnya.
3. Hasil pembelajar
Hasil pembelajaran adalah gambaran yang menggambarkan pengetahuan atau keterampilan yang harus diperoleh pada akhir tugas, kursus, atau program tertentu, dan membantu siswa memahami mengapa dan keterampilan tersebut akan berguna bagi mereka. Hasil pembelajaran berfokus pada konteks dan aplikasi potensi dan keterampilan yang membantu siswa menghubungkan pembelajaran dalam berbagai konteks, dan membantu menilai dan evaluasi.
Bagian ke 3 (Tiga) proses dan hasil belajar
Dalam proses dan hasil belajar terbagi menjadi 5 poin.
1. Sikap
Sikap adalah reaksi atau proses seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau obyek. Sikap tidak dapat dilihat langsung tetapi dapat ditafsir terlebih dahulu dari perilaku yang ditutup
2. Pengetahuan dan pemahaman
Pengetahuan dan Pemahaman adalah dua konsep yang berbeda di mana sejumlah perbedaan dapat diidentifikasi. P engetahuan mengacu pada informasi atau kesadaran yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan. Di sisi lain, pemahaman mengacu pada mengetahui atau menyadari makna atau penyebab yang diinginkan dari sesuatu. Ini juga dapat didefinisikan sebagai interpretasi atau pandangan tentang hal tertentu. Ini adalah bahwa pengetahuan dan pemahaman adalah dua konsep yang berbeda.
3. Kecerdasan
adalah proses belajar untuk memecahkan masalah yang dapat diukur dengan tes kecerdasan, sedangkan kualitas kecerdasan merupakan suatu cara berpikir dalam membentuk konstruk bagaimana menghubungkan dan mengelola informasi dari luar yang disesuaikan dengan dirinya.
4. Perkembangan jasmani
Perkembangan jasmani adalah suatu proses pertumbuhannya fisik dan kekuatan seseorang seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Perkembangan jasmani dalam tubuh manusia dapat terus terjadi hingga manusia dewasa
5. Keterampilan
Keterampilan adalah pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan pemanfaatan dan koordinasi informasi yang dipelajari (Sudjana, 1996:17). Dari beberapa pendapat di atas dapat dikatakan bahwa keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik, cepat, dan tepat.
Bagian ke 4 (empat) proses dan hasil belajar
Dalam proses dan hasil belajar terbagi menjadi 5 poin.
1. Kompetisi dasar mata pelajaran
Kompetensi dasar adalah bentuk penguasaan peserta didik terhadap pengetahuan, perilaku, keterampilan, dan sikap setelah mendapatkan materi pembelajaran pada jenjang pendidikan tertentu. Kompetensi ini dikembangkan berdasarkan karakteristik peserta didik dan harus mengacu pada kompetensi inti yang telah dirumuskan.
2. Kompetisi rumpun pelajaran
rumpun pelajaran adalah kumpulan dari mata pelajaran atau disiplin ilmu yang lebih spesifik. Kompetensi rumpun pelajaran pada hakikatnya merupakan pengetahuan,ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang harus dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan pelajaran tersebut. Misalnya rumpun mata pelajaran Sains.
3. Kompetisi lintas kurikulum
Standar kompetensi merupakan aplikasi untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang diperlukan murid untuk mencapai seluruh potensi dalam kehidupan. Kompetensi ini harus dibakukan dan dicapai melalui pengalaman belajarnya.
4. Kompetisi tamatan
kompetensi tamatan adalah pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan pendidikan tertentu. kompetensi tamatan ini merupakan batas dan arah kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti berbagai mata pelajaran tertentu. singaktnya untuk meluluskan atau menamatkan.
5. Keterampilan hidup
Penguasaan berbagai kompetensi dasar, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi rumpun pelajaran dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar dapat memberikan efek positif (nurturan effects) dalam bentuk kecakapan hidup (life skills). Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar ini, juga perlu Anda nilai sejauhmana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga, madrasah dan masyarakat.
Nama : Tiara ananda
pendidikan guru sekolah dasar Semester 5

Komentar
Posting Komentar